Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Garda Timur

Gardu Timur (Hanzi tradisional: 東廠; Hanzi sederhana: 东厂; Pinyin: Dōng Chǎng; Wade–Giles: Tung Ch'ang) adalah badan mata-mata dan polisi rahasia Dinasti Ming yang beranggotakan orang-orang kasim[1] yang didirikan oleh Kaisar Yongle.[2]

Sejarah

Setelah Kaisar Yongle merebut takhta pada tahun 1402 dari keponakannya (Kaisar Jianwen) ia berusaha mempertahankan pejabat yang bertugas di istana Jianwen, meski ada beberapa dari mereka yang menentangnya. Pada tahun 1420, untuk menekan kubu politik oposisi, Yongle memutuskan untuk mendirikan Gardu Timur (dinamakan demikian karena terletak di sebelah timurnya istana kekaisaran), sebuah badan mata-mata dan polisi rahasia yang dijalankan oleh para kasim. Mereka bertanggung jawab untuk memata-matai tokoh di semua tingkat, termasuk perwira militer, cendekiawan, kaum pemberontak, dan masyarakat umum. Gardu Timur akan menyelidiki dan menangkap para tersangka dan kemudian menyerahkan mereka ke Pasukan Seragam Bordir untuk diinterogasi. Pada akhir masa Dinasti Ming, Gardu Timur memiliki pasukan taktis dan penjaranya sendiri; mereka menjadi begitu kuat sehingga para pejabat pun diperintahkan untuk bersujud kepada para pemimpin Gardu Timur.[butuh rujukan] Gardu Timur tetap eksis hingga tahun 1644, saat akhir masa Dinasti Ming. [3]

Ada juga badan kerajaan yang disebut Gardu Barat yang didirikan oleh Kaisar Chenghua pada tahun 1477 yang awalnya ditujukan untuk mencari penyihir, tetapi seiring waktu menjadi saingan Gardu Timur. Ia beroperasi hingga tahun 1510, kecuali selang waktu dari tahun 1482 hingga 1506. [4] Badan penjaga kerajaan ketiga, yang dibentuk untuk menandingi kedua gardu tersebut beserta Pasukan Seragam Bordir, disebut Gardu Domestik yang berdiri dari sekitar tahun 1505 (pada masa pemerintahan Kaisar Zhengde) hingga tahun 1510 juga. [5] Gardu Domestik sempat didirikan kembali pada masa pemerintahan Kaisar Wanli.[butuh rujukan]

Petinggi Gardu Timur yang terkenal

Referensi

  1. ^ Shih-shan Henry Tsai (1996). The eunuchs in the Ming dynasty. SUNY Press. ISBN 0-7914-2687-4. Diakses tanggal 2019-05-10. 
  2. ^ The Cambridge History of China, Vol 7: The Ming Dynasty, 1368–1644, Part 1 (edited by Frederick W. Mote and Twitchett), February 1988. ISBN 978-0-521-24332-2.
  3. ^ Shih-shan Henry Tsai (1996), p. 114
  4. ^ Shih-shan Henry Tsai (1996), p. 118
  5. ^ Shih-shan Henry Tsai (1996), p. 104
Kembali kehalaman sebelumnya