Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Korps Relawan Rusia

Korps Relawan Rusia
Русский добровольческий корпус
PendiriDenis "White Rex" Kapustin
Waktu operasiAgustus 2022–sekarang
Jumlah anggota1,200
Sekutu Ukraina
Legiun Pembebasan Rusia
Lawan Rusia
Pertempuran dan perang
Bendera
Situs webrusvolcorps.com

Korps Relawan Rusia (bahasa Rusia: Русский добровольческий корпус, РДК, translit. Russkiy dobrovolcheskiy korpus, RDK) atau biasa disebut RVC (bahasa Inggris: Russian Volunteer Corps) adalah unit paramiliter warga negara Rusia yang berbasis di Ukraina. Kelompok ini dibentuk pada Agustus 2022 selama invasi Rusia ke Ukraina, untuk memerangi pasukan pemerintahan Vladimir Putin.[1][2][3] Kelompok ini dilaporkan terdiri dari para emigran Rusia yang dipersatukan oleh penentangan mereka terhadap Putin.[1] Menurut pejabat militer Ukraina, kelompok tersebut bukan bagian dari angkatan bersenjata Ukraina.[1] Kelompok ini digambarkan sebagai kelompok kanan jauh.[1][3][4][5] Pemimpin kelompok ini adalah Denis Kapustin.[6]

Kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas serangan ke wilayah Bryansk pada Maret 2023 di Rusia. Sejak Mei 2023, kelompok ini telah meluncurkan serangan lintas perbatasan ke wilayah Belgorod di Rusia, bersama Legiun Pembebasan Rusia.

Asal dan tujuan

Korps Relawan Rusia (RVC) didirikan pada Agustus 2022.[7] Pendiri dan pemimpin kelompok tersebut adalah Denis Nikitin, yang digambarkan sebagai seorang neo-Nazi.[6][8][9][10] Menurut kantor berita Ukraina Glavcom, RVC dibentuk oleh sukarelawan Rusia yang mulai berjuang untuk Ukraina di Resimen Azov dan unit lainnya pada tahun 2014.[11] Menurut kantor berita Polandia Vot Tak, tidak seperti Legiun Pembebasan Rusia, kepemimpinan RVC tidak bergantung pada tawanan perang Rusia yang berubah menjadi pembelot, tetapi pada emigran sayap kanan Rusia yang tinggal di Ukraina.[5]

RVC mengatakan bahwa kelompok ini terdiri dari etnis Rusia berjuang untuk mempertahankan Ukraina melawan invasi Rusia dan untuk menggulingkan pemerintahan Vladimir Putin. Kelompok ini menegaskan bahwa pemerintah Rusia harus meninggalkan ambisi imperialismennya, dan sebaliknya fokus untuk peningkatan kesejahteraan orang Rusia. RVC mengatakan bahwa mereka percaya pada penentuan nasib sendiri untuk berbagai etnis minoritas Rusia, dan "ingin melihat negara dengan etnis Rusia yang lebih kecil".[4][12][13]

Menurut Reuters, RVC menggunakan simbol Tentara Pembebasan Rusia, yang berkolaborasi dengan Jerman Nazi selama Perang Dunia II.[4][5]

Anggota kelompok ini juga termasuk mantan agen FSB Ilya Bogdanov,[14] dan mantan aktor Kirill Kanakhin.[15]

Organisasi dan administrasi

Anggota Korps Relawan Rusia pada 24 Mei 2023. Denis "White Rex" berada di tengah depan.

Kelompok ini mengumpulkan kekuatannya dengan merekrut aktivis anti-Putin dengan latar belakang sipil dan kemudian berkoordinasi dengan berbagai faksi politik yang menggerakkan individu-individu untuk melintasi perbatasan. Mereka yang bergabung ke RVC berasal dari berbagai latar belakang ideologi yang berbeda. Mereka memiliki kesamaan visi dalam menentang invasi Rusia ke Ukraina, ditambah dengan tujuan untuk mengakhiri pemerintahan Rusia saat ini.[4]

Reuters telah menceritakan pernyataan bahwa "pejuang RVC [telah] menerima gaji reguler dari kementerian pertahanan Ukraina" serta bahwa "unit ini [telah] berjumlah hingga 200 pejuang". Namun, kantor berita itu telah memperingatkan bahwa pernyataan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.[4]

Afiliasi

Menurut Ilya Ponomarev, RVC ikut serta dalam konferensi pers pada 31 Agustus 2022 bersama dengan Legiun Pembebasan Rusia dan Tentara Republik Nasional ketika mereka menandatangani deklarasi bersama. Dia mengklaim bahwa RVC juga setuju untuk bergabung ke dalam perjanjian tersebut.[16][17]

Pada bulan Oktober 2022, RVC menerbitkan manifestonya dengan mengidentifikasi diri mereka sebagai "bagian dari Angkatan Bersenjata Ukraina", meskipun pejabat Ukraina tidak berkomentar apa-apa.[18][19] Pada Maret 2023, pejabat militer Ukraina mengatakan RVC adalah sebuah kelompok independen.[1] Ilya Ponomarev, perwakilan politik Legiun Pembebasan Rusia mengatakan bahwa RVC memiliki kontak dengan militer Ukraina tetapi beroperasi di "area abu-abu".[1]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d e f Dixon, Robyn; Ebel, Francesca; Ilyushina, Mary (2023-03-02). "Kremlin accuses Ukraine of violent attack in western Russia". Washington Post (dalam bahasa Inggris). ISSN 0190-8286. Diakses tanggal 2023-06-25. 
  2. ^ "Kremlin accuses Ukrainian saboteurs of attack inside Russia". AP NEWS (dalam bahasa Inggris). 2023-03-02. Diakses tanggal 2023-06-25. 
  3. ^ a b https://www.facebook.com/FRANCE24.English (2023-05-24). "The Interview - Pro-Kyiv Russian group says it 'didn't lose a single soldier' in cross-border raids on Belgorod". France 24 (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-06-25. 
  4. ^ a b c d e Pikulicka-Wilczewska, Agnieszka; Pikulicka-Wilczewska, Agnieszka (2023-05-11). "How Russians end up in a far-right militia fighting in Ukraine". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-06-25. 
  5. ^ a b c vot-tak.tv https://vot-tak.tv/novosti/24-08-2022-rossiyane-voyuyut-za-ukrainu/. Diakses tanggal 2023-06-25.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  6. ^ a b Kilner, James (2023-03-04). "The Russian neo-Nazi hooligan who led an anti-Putin militia across the border". The Telegraph (dalam bahasa Inggris). ISSN 0307-1235. Diakses tanggal 2023-06-25. 
  7. ^ "Russian Volunteer Corps fighters claim to have again infiltrated Russian territory – video". Yahoo News (dalam bahasa Inggris). 2023-05-22. Diakses tanggal 2023-06-25. 
  8. ^ "Denis Kapustin | Center on Extremism". extremismterms.adl.org (dalam bahasa Inggris). 2023-06-22. Diakses tanggal 2023-06-25. 
  9. ^ Diehl, Jörg; Holscher, Max; Lehberger, Roman; Siemens, Ansgar (2019-02-14). "Rechtsextremer Kampfsportler: Der Neonazi-Krieger aus Moskau". Der Spiegel (dalam bahasa Jerman). ISSN 2195-1349. Diakses tanggal 2023-06-25. 
  10. ^ Times, The Moscow (2023-03-27). "Leader of Russian Volunteer Corps Placed on Interior Ministry Wanted List". The Moscow Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-06-25. 
  11. ^ "Российская оппозиция начинает вооруженное сопротивление Путину: подписано декларацию". Главком | Glavcom (dalam bahasa Rusia). 2022-08-31. Diakses tanggal 2023-06-25. 
  12. ^ "За что мы сражаемся?". Telegraph. 2022-11-24. Diakses tanggal 2023-06-25. 
  13. ^ Pigni, Giovanni (2023-03-24). "Explainer: Which Russian Far-Right Groups are Fighting in Ukraine?". The Moscow Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-06-25. 
  14. ^ Roth, Andrew (2023-05-24). "'We are Russians just like you': anti-Putin militias enter the spotlight". The Guardian (dalam bahasa Inggris). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2023-06-25. 
  15. ^ "В нападении на Брянскую область участвовал актер Кирилл Канахин — Mash". EADaily (dalam bahasa Rusia). 2023-03-03. Diakses tanggal 2023-06-25. 
  16. ^ ""Русский добровольческий корпус", легион "Свобода России" и "Национальная республиканская армия" РФ подписали декларацию о сотрудничестве". gordonua.com. 2022-08-31. Diakses tanggal 2023-06-25. 
  17. ^ "Илья Пономарев опубликовал "Ирпенскую декларацию" российской оппозиции: "Вооруженное сопротивление путинскому фашизму"". hvylya.net (dalam bahasa Rusia). 2022-08-31. Diakses tanggal 2023-06-25. 
  18. ^ "'Fear your partisans' A volunteer unit led by a Russian neo-Nazi raided a small town and crossed back into Ukraine. Meduza explains the bizarre incursion and what it could mean for the war". Meduza (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-06-25. 
  19. ^ Kilner, James (2023-03-04). "The Russian neo-Nazi hooligan who led an anti-Putin militia across the border". The Telegraph (dalam bahasa Inggris). ISSN 0307-1235. Diakses tanggal 2023-06-25. 
Kembali kehalaman sebelumnya