Bapingit
Bapingit atau bakurung merupakan salah satu tradisi penting dalam rangkaian adat perkawinan masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Tradisi ini merupakan masa …
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
Bapingit atau bakurung merupakan salah satu tradisi penting dalam rangkaian adat perkawinan masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Tradisi ini merupakan masa pengasingan sementara bagi calon pengantin perempuan menjelang atau sesudah akad nikah, dengan tujuan menjaga kesucian diri, mempersiapkan fisik dan mental, serta menolak hal-hal buruk sebelum pernikahan dilangsungkan.[1]
Tujuan dan Pelaksanaan
Secara adat, masa bapingit dijalani oleh calon mempelai perempuan dengan cara berdiam di rumah hingga waktu pernikahan tiba. Tujuan utama tradisi ini ialah untuk menjaga diri dari gangguan dan godaan, sekaligus melambangkan kesiapan spiritual menuju kehidupan baru. Dalam periode ini, calon pengantin memperoleh nasihat dan bimbingan moral dari orang tua serta tokoh yang dituakan.
Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kesopanan, bapingit juga berfungsi sebagai ritual penyucian diri, yang diwujudkan melalui berbagai perawatan tradisional seperti bakasai (menghaluskan kulit dengan ramuan alami) dan batimung (mandi uap). Bakasai biasanya menggunakan bahan cangkaruk batutuk (ketan hitam goreng tanpa minyak), temu giring, dan kuning telur, yang dioleskan ke seluruh tubuh untuk membersihkan dan menghaluskan kulit. Sedangkan batimung dilakukan dengan uap air rebusan daun serai, lengkuas, pandan, dan dupa, untuk mengeluarkan keringat dan memberi keharuman pada tubuh.[1]
Pelaksanaan bapingit bervariasi di setiap daerah. Umumnya dilakukan menjelang hari pernikahan, tetapi dalam beberapa komunitas Banjar juga diterapkan setelah akad nikah. Dalam bentuk pasca-akad, mempelai laki-laki tidak diperkenankan langsung membawa istrinya pulang, melainkan harus menunggu prosesi meanjur (pengantaran pengantin) sebagai simbol penyerahan resmi dari keluarga perempuan.[2]
Nilai
Tradisi bapingit memiliki makna sosial dan keagamaan yang kuat. Dalam konteks Islam, praktik ini sejalan dengan prinsip ‘urf (kebiasaan baik) dan maslahah (kemaslahatan), karena menjaga kehormatan calon pengantin serta mempererat hubungan antar keluarga. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi pengendalian diri, penghormatan terhadap orang tua, dan persiapan spiritual menuju pernikahan yang sakral.[2]
Perkembangan
Dalam perkembangannya, pelaksanaan bapingit lebih banyak diterapkan kepada perempuan, sedangkan laki-laki tidak menjalani pembatasan serupa. Hal ini mencerminkan konstruksi sosial masyarakat Banjar yang menempatkan perempuan sebagai penjaga moral dan simbol kesucian keluarga. Namun, sejumlah kalangan menilai perlunya reinterpretasi agar tradisi ini dapat dijalankan secara lebih seimbang tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.[3]
Referensi
- ^ a b Henraswati, Wajidi, Ganie, T. N., Syarifuddin R., & Wibowo, A. (2012). Upacara Daur Hidup Masyarakat Suku Banjar di Kalimantan Selatan. Pontianak: Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak.
- ^ a b Hidayat, A. (2023). Tradisi Bapingit Pasca Akad Nikah Masyarakat Banjar di Martapura Kalimantan Selatan. Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya.
- ^ Rohmah, N. (2022). Eksistensi Bapingit dalam Budaya Banjar: Tinjauan Sosial dan Relasi Gender Menjelang Pernikahan. Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.