Bepelas


Bepelas merupakan ritual sakral yang menjadi bagian penting dalam upacara adat Erau Adat Kutai di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.[1] Tradisi ini dilaksanakan setiap malam selama rangkaian festival berlangsung, dengan puncak acara ketika Sultan atau putra mahkota menginjak pusaka berupa Gong Raden Galuh, diiringi dentuman meriam sebagai tanda penghormatan. Tujuan utama ritual Bepelas adalah memohon doa bagi keselamatan dan kewibawaan Sultan beserta keluarga keraton.

Ritual ini diawali dengan sultan atau putra mahkota Kutai berjalan menuju Tiang Ayu dengan tangan kiri memegang kain cinde dan tangan kanan memegang tali juwita. Kemudian, sultan atau putra mahkota akan menginjak pusaka Gong Raden Galuh diiringi dengan dentuman meriam. Ritual ini juga biasanya dilakukan pada malam pertama hingga ketiga oleh sultan. Sementara, putra mahkota akan melakukan ritual pada malam-malam selanjutnya.

Jumlah pijakan Gong Raden Galuh dan dentuman meriam bervariasi setiap harinya sesuai dengan urutan pelaksanaan ritual. Pada hari pertama, Sultan menginjak Gong Raden Galuh satu kali sehingga terdengar satu dentuman meriam. Pada hari kedua, gong dipijak dua kali dan dentuman meriam pun berbunyi dua kali, begitu pula seterusnya hingga hari keenam (untuk hari ketujuh itu relatif, dikarenakan itu sekehendak Sultan menginjak Gong berapa kali, karena pada malam terakhir, Sultan akan menari Ketayongan yang dimana itu adalah tanda bahwa Sultan bahagia Erau telah usai dengan khidmat dan sempurna) dengan jumlah yang terus bertambah mengikuti hari pelaksanaan.

Ritual bepelas dilaksanakan setelah prosesi merangin. Kedua prosesi ini dilaksanakan di Serapo Belian. Namun, pelaksanaannya akan berbeda jika jatuh pada malam jum'at. Dewa (abdi khusus ritual wanita) dan Belian (abdi khusus ritual pria) akan menjalankan sejumlah ritual sebelum bepelas dimulai.[2] Pertama, ritual yang dilakukan berputar mengelilingi Tiang Ayu hingga tujuh kali. Kemudian, para belian duduk berjajar di sisi kiri Tiang Ayu, sedangkan para dewa di sisi kanan. Para dewa akan melakukan beberapa tarian. Tarian pertama adalah tari selendang dengan gerakan mengelilingi Tiang Ayu sebanyak satu kali putaran. Tarian selanjutnya yaitu tari kipas dan tari jung njuluk. Pawang dewa akan mengucapkan mantra yang bertujuan memanggil Dewa Karang dan Pangeran Sri Ganjur, keduanya dipercaya oleh masyarakat Kutai menjadi penjaga Tiang Ayu dari gangguan alam gaib.

Rangkaian tari selanjutnya yaitu tari dewa memanah yang dilakukan seorang dewa. Tari ini menggunakan busur dan batang kayu berapi sebagai anak panahnya. Sang penari mengelilingi satu putaran lalu melepaskan anak panah berapi ke empat penjuru saat berputar untuk kedua kalinya. Jika api mati, maka sang penari harus menyalakannya kembali dari lilin yang berada di sekeliling Tiang Ayu.

Tari Ganjur sebagai tarian penutup yang dilakukan oleh empat orang pria. Para penari mengenakan ikat kepala khusus dan gada kain (ganjur). Tari ini dilakukan sebanyak satu kali putaran lalu. Kemudian, dilakukan kembali satu putaran oleh empat orang yang berbeda (beganjur) dengan mengajak dua tamu kehormatan. Setelah putaran kedua, tari ganjur dilakukan oleh seorang pria yang diikuti oleh dewa. Rangkaian proses tarian yang telah selesai dilakukan mengawali ritual bepelas oleh sultan atau putra mahkota.

Referensi

  1. ^ "Bepelas, Ritual Tak Terpisahkan dari Pesta Erau". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2025-10-19.
  2. ^ Kukarpaper, Admin 2 (2022-09-26). "Sakralnya Prosesi Bepelas Pada Upacara Adat Erau". Kukarpaper.com. Diakses tanggal 2025-10-19. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.