Dragon li

Dragon li

Nama lain Li hua mau
Asal  Tiongkok
Standar ras
CFA standar
Kucing domestik (Felis catus)

Dragon li (Hanzi: 貍花貓; atau li hua mau) adalah salah satu ras kucing domestik yang berasal dari Tiongkok dan merupakan ras kucing alamiah. Dragon li hanya mendapatkan pengakuan dari Cat Fanciers' Association (CFA) dan Cat Aficionado Association (CAA).

Asal

Satu teori yang masih menjadi sebuah perdebatan dan belum teruji secara ilmiah menyatakan bahwa, proses domestikasi ras dragon li terjadi secara alami dari subspesies kucing liar, yaitu kucing-gunung tiongkok. Karena tidak ada penelitian lebih lanjut, maka teori tersebut dianggap benar. Di negara asalnya, dragon li lebih dikenal dengan nama "li hua mau", akan tetapi di dunia internasional, ras ini lebih dikenal dengan nama "dragon li", dengan tujuan untuk menggambarkan mitos naga Tiongkok dengan simbolis.[1]

Karakteristik

Dragon li memiliki warna bulu cokelat keemasan dengan pola tabby makarel. Salah satu ciri khasnya adalah, daun telinganya yang lancip. Dragon li juga memiliki bola mata yang besar dan berbentuk seperti kacang almond, yang cenderung berwarna kuning atau hijau. Selain itu, struktur tubuh ras kucing ini kuat seperti kucing liar.

Dragon li merupakan ras kucing yang sangat cerdas dan mampu berhubungan dengan manusia dengan cukup baik.

Kepopuleran

Ras dragon li baru pertama kali mengikuti kontes kucing di Tiongkok pada 30 Desember hingga 6 Januari 2004, setelah mendapatkan status "experimental breed". Pada kontes kucing tersebut, juri dari segala ras kucing, Dolores Kennedy dan Barb Belanger dari pendaftaran kucing American Cat Fanciers Association (ACFA) menjadi tamu dari Cat Aficionado Association (CAA), serta menjadi juri dalam kontes kucing tersebut.

Pada tahun 2005, seekor kucing jantan dragon li yang berkualitas, bernama Needy, diikutkan dalam sebuah kontes kucing oleh pemiliknya, Da Han. Kucing yang diikutkan tersebut menjadi juara pertama CAA Champion dalam kelas "experimental breed". Pada Februari 2010, dragon li akhirnya diperbolehkan mengikuti kontes kucing dalam kelas lainnya oleh CFA, dan sekarang ini kucing ras ini sudah diakui sebagai ras tersendiri oleh CFA.[2]

Referensi

  1. ^ Barrett, Timothy H. (1998). The religious affiliations of the Chinese cat : an essay towards an anthropozoological approach to comparative religion. London: School of Oriental and African Studies. ISBN 0-7286-0288-1. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-13. Diakses tanggal 15 Mei 2014.
  2. ^ Chen, Hui-wen (2005). The Mythology of Cats. Tiongkok: Baihua Literature and publishing house. ISBN 7-5306-4362-2. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-20. Diakses tanggal 15 Mei 2014.

Pranala luar


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.