Hibank

PT Bank Hibank Indonesia adalah anak usaha dari BNI yang bergerak di bidang perbankan digital. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2025, bank…

Hibank
PT Bank Hibank Indonesia
Nama sebelumnya
PT Bank Mayora (1993–2023)
Jenis perusahaan
Perseroan terbatas tertutup, anak usaha
IndustriJasa keuangan
Didirikan25 Februari 1993; 33 tahun lalu (1993-02-25)
Kantor pusatRajawali Place Lt. 22–23, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B4
Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh kunci
Jenny Wiriyanto[1]
(Direktur Utama)
Produk
Jasa
PendapatanKenaikan Rp 1,39 triliun (2025)[2]
Kenaikan Rp 34,14 miliar (2025)[2]
Penurunan Rp 26,32 miliar (2025)[2]
Total asetKenaikan Rp 24,02 triliun (2025)[2]
Total ekuitasKenaikan Rp 4,64 triliun (2025)[2]
PemilikPT Bank Negara Indonesia Tbk (63,92%)
PT Mayora Inti Utama (36,08%)
Karyawan
545 (2025)[2]
Situs webwww.hibank.co.id

PT Bank Hibank Indonesia adalah anak usaha dari BNI yang bergerak di bidang perbankan digital. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2025, bank swasta devisa ini memiliki 6 unit kantor cabang utama, 18 unit kantor cabang pembantu dan 55 unit ATM yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia.[2][3]

Sejarah

Latar belakang

Cikal-bakal bank ini dapat ditarik setelah kebijakan Pakto 88 yang mengizinkan pendirian bank swasta baru. Merespon kebijakan tersebut, pada tahun 1991, bersama dengan PT Catur Sentosa Adiprana (CSA) dan PT Dwi Satrya Utama (Grup Tifa), PT Mayora Indah memutuskan untuk memasuki bisnis perbankan dengan mendirikan Tifa Mayora Sentosa Bank (TMS Bank).[4] Di bank bermodal Rp 50 miliar ini, Mayora menguasai 35%,[5] sedangkan Tifa 50% dan CSA 15%.[6][7] Namun, hanya dalam waktu dua tahun, ketiganya memilih menjual TMS Bank kepada Hashim Djojohadikusumo. Tifa Mayora Sentosa Bank selanjutnya mengganti namanya menjadi PT Bank Kredit Asia[8] hingga ditutup di tahun 1998.

Perjalanan Bank Mayora

Logo lama

Setelah perpecahan kongsi ketiganya, Mayora memilih mendirikan banknya sendiri dengan nama PT Bank Mayora. Bank Mayora (awalnya menggunakan nama dagang "Mayora Bank") resmi berdiri pada tanggal 25 Februari 1993[9] dan efektif beroperasi mulai 28 Juli 1993.[10] Bank Mayora merupakan salah satu bank terakhir yang didirikan sebelum pemerintah membekukan izin bank umum baru kembali di tahun 1994.[11] Kantor cabang pertamanya sendiri dibuka pada tahun 1994, dan seiring waktu, Bank Mayora membuktikan kualitasnya dengan mampu melewati krisis finansial Asia 1997 tanpa memerlukan rekapitalisasi dari pemerintah.[2]

Dalam perkembangannya, meskipun didukung oleh perusahaan yang berskala cukup besar di industri makanan dan minuman, Bank Mayora lebih dikenal sebagai bank kecil yang hingga tahun 2009 hanya memiliki 5 unit kantor cabang utama dan 91 orang karyawan.[12][13] Adapun di tahun 2006, bank ini bergabung ke jaringan ATM Bersama, dan di tahun 2008, Bank Mayora membuka kantor cabang utama di Lampung. Pada tahun 2011, bank ini membuka 9 unit kantor cabang pembantu dan 6 unit kantor kas, serta mulai mengoperasikan EDC. Pada tahun 2012, bank ini mulai mengoperasikan ATM sendiri yang terhubung dengan jaringan ATM Bersama dan mulai menyalurkan kredit mikro.[2]

Pada tahun 2013, bank ini membuka kantor cabang utama di Bandung dan mendapat izin untuk beroperasi sebagai bank devisa. Pada tahun 2014, bank ini mulai menyalurkan kredit pensiunan. Pada tahun 2015, International Finance Corporation (IFC) resmi memegang 20% saham perusahaan ini, sehingga bank ini dapat naik menjadi bank BUKU II dengan modal inti lebih dari Rp 1 triliun.[14][15] Pada tahun 2016, bank ini berekspansi ke bisnis bancassurance dan manajemen kekayaan. Pada tahun 2016 juga, PT Mayora Dhana Utama menjual saham bank ini yang mereka pegang ke PT Mayora Inti Utama. Pada tahun 2018, bank ini ditetapkan sebagai bank persepsi. Pada tahun 2019, bank ini bergabung ke jaringan ATM Prima serta meluncurkan layanan internet banking dan mobile banking. Pada tahun 2019 juga, bank ini menjalin kerja sama bancassurance dengan Cigna.[2]

Pada tahun 2020, bank ini bekerjasama dengan Great Eastern Life untuk menyediakan asuransi jiwa bagi debiturnya. Pada tahun 2020 juga, bank ini mendapat izin dari OJK untuk beroperasi sebagai Perantara Pedagang Efek untuk Efek Bersifat Utang dan Sukuk (PPE EBUS).[2][3]

Menjadi Hibank

BNI mengakuisisi 63% saham Bank Mayora yang dilakukan pada 18 Mei 2022. BNI berencana menjadikan operasional Bank Mayora berbasis digital dengan menggandeng Sea Limited,[16] dengan titik fokus pada kredit mikro. Bank Mayora diklaim akan menjadi bank digital khusus UMKM pertama di Indonesia pasca transformasi di bawah BNI.[17] Sementara itu, sisa saham bank ini masih dikuasai Mayora Group, melalui PT Mayora Inti Utama.[18] Lewat proses akuisisi, Bank Mayora kemudian bisa memenuhi kewajiban modal inti dari OJK, yang naik dari Rp 1,1 triliun di tahun 2021 menjadi Rp 4,23 triliun di tahun 2023.[19]

Setelah pergantian kepemilikan, Bank Mayora mencanangkan beberapa perubahan, seperti pergantian manajemen di tanggal 6 Januari 2023 dan perubahan nama perusahaan menjadi PT Bank Hibank Indonesia[20] dalam rangka transformasi menjadi bank digital. Perubahan nama ini ditetapkan dalam RUPSLB pada 11 April 2023, efektif berlaku sejak 17 Mei 2023 dan kemudian diperkenalkan ke publik pada 24 Mei 2023. Pemilihan nama Hibank menggambarkan karakter bank digital yang ramah, sederhana, bersahabat, serta dapat diandalkan bagi UMKM, ditambah simbolisasi dukungan pemiliknya, BNI.[21] Diharapkan produk bank digitalnya yang akan diluncurkan mampu menjadi layanan pertama yang berfokus pada UMKM dan menjadi akselerator pertumbuhannya.[22]

Mulanya, Hibank masih mempertahankan sistem lama Bank Mayora, seperti dalam penggunaan internet banking ClickMayora. Pada 21 Februari 2025 Hibank meluncurkan produk bank digitalnya dengan nama Hi by Hibank, dengan aplikasi yang disesuaikan demi kemudahan pengembangan UMKM lewat fitur Hi-tung, Hi-Pos, Hi-bijak, Hi-talang hingga relationship manager digital.[23] Produk digital lain yang dikembangkan adalah Hi!Platform sebagai solusi terintegrasi bagi individu dan UMKM dalam bertransaksi hingga mengakses pembiayaan. Selain itu, di tahun 2024-2025, Hibank memindahkan kantor pusat dan cabang utamanya dari Gedung Mayora Tomang ke Gedung Rajawali Place. Relokasi ini diharapkan memperkuat posisi bank di kawasan bisnis yang berkembang pesat.[2]

Pengembangan usaha bank, selain dengan sistem dan teknologi baru, juga dilakukan lewat sinergi dan kolaborasi pada pengembangan bisnis, kanal digital dan pengembangan sumber daya manusia bersama dua pemegang sahamnya, yaitu BNI dan Mayora Group. Dengan BNI, Hibank berfokus pada cross selling produk BNI dan entitas anak (seperti kartu kredit, produk wealth management hingga kerjasama trade finance), pemanfaatan jaringan ATM BNI, kolaborasi QRIS acquiring, serta sinergi dalam listing agunan (AYDA) dalam platform lelang BNI. Sedangkan kolaborasi strategis dengan Mayora Group hadir dalam skema supplier financing.[2]

Manajemen

  • Komisaris Utama: lowong
  • Komisaris Independen: Joys Djajanto
  • Komisaris Independen: Rufina Tinawati Marianto
  • Direktur Utama: Jenny Wiriyanto
  • Direktur Finance & Support: Ricky Budiono
  • Direktur Legal & Compliance: Adi Syaf Putra
  • Direktur Risk Management: Andi M. Andries
  • Direktur IT & Operasional: Prihadiyanto

Produk dan layanan

Pengelolaan Dana

  • Simpanan
    • Hi Nabung
    • Hi Saving
    • Hi Saving Reward
    • Hi Goal
    • Hi Goal Reward
    • Hi Goal USD
    • Hi Score
    • TabunganKu
    • Tabungan Valuta Asing
    • Deposito Hibank
    • Safe Deposit Box
    • Giro Hibank
  • Reksadana
    • Pasar Uang
    • Saham
    • Campuran
    • Pendapatan Tetap
    • Index
  • Bancassurance
    • BNI Life Plan Multi Protection Plus
    • BNI Life Steady Protection
    • BLife Solusi Pasti
  • Surat Berharga Negara Ritel
  • Treasury
    • Bank Notes
    • Deposit On Call
    • Swap Valuta Asing
  • Transaksi Valuta Asing
  • Forward Valuta Asing

Pengembangan Usaha

  • Pinjaman
    • Kredit Pemilikan Rumah
    • Kredit Multi Guna
    • Kredit Kendaraan Bermotor
    • Kredit Properti Komersial
    • Pinjaman Rekening Koran
    • Pinjaman Berjangka
    • Pinjaman Angsuran Berjangka
    • Buy Now Pay Later
  • Trade Finance (Ekspor/Impor)
  • Collection
  • Remittance
  • Bank Garansi

Digital Banking

  • E-KTP Reader
  • ATM
  • EDC
  • Aplikasi Hi by Hibank
  • Aplikasi HiConnect
  • API Management[2]

Kantor

Bank ini berpusat di Jakarta, dan dibandingkan "bank digital" yang lain, masih mempertahankan jaringan kantor cabang yang cukup signifikan. Kantor-kantor tersebut tersebar di Jakarta (7), Bogor (1), Tangerang (8), Bekasi (3), Bandung (1), Surabaya (1), Bandar Lampung (1), Denpasar (1) dan Medan (1).[2]

Referensi

  1. ^ "Komisaris & Direksi". PT Bank Hibank Indonesia. Diakses tanggal 20 Juli 2023.
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o "Laporan Tahunan 2025" (PDF). PT Bank Hibank Indonesia. Diakses tanggal 20 Juli 2023.
  3. ^ a b "Sekilas Perusahaan". PT Bank Hibank Indonesia. Diakses tanggal 20 Juli 2023.
  4. ^ Sebuah bank dari tifa, mayora dan sentosa
  5. ^ Emiten pasar modal Indonesia
  6. ^ Moody's International Manual, Volume 2
  7. ^ Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 5,Masalah 1-6
  8. ^ Indonesia Business Weekly, Volume 3,Masalah 12-28
  9. ^ Indonesia Bank Directory
  10. ^ Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 6,Masalah 26-32
  11. ^ Informasi, Masalah 209-214
  12. ^ Indonesia Banking Directory
  13. ^ Tempo, Volume 34,Masalah 44-48
  14. ^ Bank Mayora : IFC Tidak Akan Pegang Saham Mayoritas
  15. ^ IFC Investasi Rp 290 Miliar di Bank Mayora
  16. ^ Akuisisi Bank Mayora Rampung, BNI Gandeng Sea Limited untuk Kembangkan Bank Digital
  17. ^ Bank Mayora Bakal Ganti Nama, Berubah Jadi Digital
  18. ^ Bank Mayora Resmi Menjadi Bagian Keluarga Besar BNI Group
  19. ^ LapKeu Bank Mayora 2022
  20. ^ Halaman detail merek Indonesia HI BANK A MEMBER OF Smart GROUP
  21. ^ Usai Dicaplok smart, Bank Mayora Resmi Berubah Jadi Hibank
  22. ^ Bank Mayora Ganti Nama Jadi hibank, Fokus ke Segmen UMKM
  23. ^ Hibank Resmi Luncurkan Aplikasi Mobile, Fokus ke Digital UMKM

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.