Kerusakan kolateral

"Kerusakan tambahan", juga disebut, "kerusakan kolateral" (bahasa Inggris: collateral damage) adalah istilah untuk setiap kematian, cedera, atau kerusakan lain yang tidak diinginkan dan tidak disengaja yang terjadi, terutama pada warga sipil, sebagai akibat dari suatu kegiatan. Istilah ini awalnya digunakan untuk menggambarkan operasi militer,[1] tetapi sekarang juga digunakan dalam konteks nonmiliter untuk merujuk pada dampak yang tidak diinginkan dari suatu tindakan.[2][3]

Tokyo setelah serangan bom api besar-besaran pada malam 9–10 Maret 1945, serangan paling merusak dalam sejarah penerbangan militer. Bom api Tokyo menewaskan sekitar 100.000 warga sipil, tetapi produktivitas industri kota—target utama pemboman—terpotong setengah.

Sejak pengembangan amunisi berpemandu presisi pada tahun 1970-an, angkatan bersenjata sering kali mengklaim telah berupaya keras untuk meminimalkan kerusakan tambahan.[4]

Para pengkritik penggunaan istilah "kerusakan tambahan" menganggapnya sebagai eufemisme yang merendahkan martabat warga sipil yang terbunuh atau terluka selama pertempuran, yang digunakan untuk mengurangi persepsi akan kesalahan pimpinan militer dalam mencegah jatuhnya korban dari pihak warga sipil.[5][6][7][8]

Kerusakan tambahan tidak termasuk korban sipil yang disebabkan oleh operasi militer yang ditujukan untuk meneror atau membunuh warga sipil musuh (misalnya, pengeboman Chongqing selama Perang Dunia II dan serangan Rusia terhadap infrastruktur Ukraina yang secara terbuka digambarkan sebagai "balasan" dan dimaksudkan untuk "membuat kota tidak dapat dihuni").[9][10][11][12]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Holland, Joseph (2007). "Military Objective and Collateral Damage: Their Relationship and Dynamics". Yearbook of International Humanitarian Law. 7: 35–78. doi:10.1017/S1389135904000352tidak aktif 18 September 2024. ISSN 1389-1359.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per September 2024 (link)
  2. ^ "Collateral Damage". Merriam-Webster Dictionary. Merriam Webster. Diakses tanggal 17 February 2021.
  3. ^ "The meaning and origin of the expression: Collateral Damage". Phrase Finder UK. Diakses tanggal 17 February 2021.
  4. ^ "Defense.gov News Article: U.S. Military Works to Avoid Civilian Deaths, Collateral Damage". Defenselink.mil. Diakses tanggal 25 February 2010.
  5. ^ "The Political Psychology of Collateral Damage". Diarsipkan dari asli tanggal 4 March 2016.
  6. ^ Peter Olsthoorn (21 September 2010). Military Ethics and Virtues: An Interdisciplinary Approach for the 21st Century. Routledge. hlm. 125. ISBN 978-1-136-89429-9.
  7. ^ Magedah Shabo (2008). Techniques of Propaganda and Persuasion. Prestwick House Inc. hlm. 134. ISBN 978-1-58049-874-6.
  8. ^ George Monbiot (22 October 2014). "'Cleansing the stock' and other ways governments talk about human beings". Comment is Free.
  9. ^ Macintyre, Ben (21 March 2014). "'The Bombers and the Bombed,' by Richard Overy". The New York Times.
  10. ^ Ivan Arreguín-Toft (19 December 2005). How the Weak Win Wars: A Theory of Asymmetric Conflict. Cambridge University Press. hlm. 30–35. ISBN 978-0-521-54869-4.
  11. ^ Ivan Arreguín-Toft (19 December 2005). How the Weak Win Wars: A Theory of Asymmetric Conflict. Cambridge University Press. hlm. 41–42. ISBN 978-0-521-54869-4.
  12. ^ Beau Grosscup (22 August 2006). Strategic Terror: The Politics and Ethics of Aerial Bombardment. Zed Books. hlm. 165–166. ISBN 978-1-84277-543-1.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.