Kriptoekonomi

Kriptoekonomi adalah paradigma ekonomi yang terus berkembang dengan pendekatan lintas disiplin untuk mempelajari ekonomi digital dan aplikasi keuangan terdesent…

Kriptoekonomi adalah paradigma ekonomi yang terus berkembang dengan pendekatan lintas disiplin untuk mempelajari ekonomi digital dan aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi).[1] [2] Kriptoekonomi mengintegrasikan konsep dan prinsip dari berbagai disiplin ilmu, seperti ekonomi tradisional, kriptografi, ilmu komputer, dan teori permainan.[3] Sebagaimana ekonomi tradisional menyediakan landasan teoritis untuk layanan keuangan tradisional, yang juga dikenal sebagai keuangan terpusat (CeFi), kriptoekonomi menyediakan landasan teoritis bagi layanan DeFi yang diperjualbelikan menggunakan mata uang fiat dan mata uang kripto, serta dijalankan melalui kontrak pintar.

Definisi dan Tujuan

Istilah kriptoekonomi mulai digunakan oleh komunitas Ethereum sekitar tahun 2014-2015. [4] Pengunaan publik pertama yang terdokumentasi berasal dari presentasi Vlad Zamfir yang berjudul "What is Cryptoeconomics?".[5]

Sejarah Awal

Sejarah awal kriptoekonomi dapat ditelusuri hingga kemunculan altcoin. Salah satu proyek yang paling menonjol adalah Ethereum, yang pada tahun 2015 menjadi pelopor integrasi kontrak pintar ke dalam blockchain sehingga memungkinkan pengembangan berbagai aplikasi DeFi.[6]

Supdisiplin

Makroekonomi Kripto

Kripto-makroekonomi berkaitan dengan regulasi mata uang kripto dan transaksi DeFi pada tingkat regional, nasional, dan internasional. Penelitian dalam bidang ini mengkaji meningkatnya integrasi antara aset kripto dan aset konvensional.[7] Sejumlah penelitian menemukan adanya efek penyebaran yang signifikan, ketika guncangan pada satu pasar dapat merambat ke pasar lainnya.[8]

Penelitian terbaru yang menggunakan model struktural menunjukkan bahwa guncangan harga mata uang kripto, yang didorong oleh berbagai faktor seperti sentimen pasar dan teknologi, dapat menjadi faktor penting secara kuantitatif dalam mendorong fluktuasi di pasar tradisional, seperti saham dan komoditas. Selain itu, guncangan tersebut memiliki dampak yang cukup besar terhadap sejumlah variabel makroekonomi utama dan dapat menjelaskan sebagian variasi tingkat harga dalam jangka panjang. Hal ini memiliki implikasi langsung terhadap kebijakan moneter dan proyeksi inflasi.[9]

Meningkatnya signifikansi ekonomi tersebut kemudian mendorong berbagai respon kebijakan dari pemerintah di sejumlah negara. Ketertarikan pemerintah negara-negara Kempok Tujuh (G7) terhadap mata uang kripto mulai terlihat sejak Agustus 2014, ketika Kementerian Keuangan Britania Raya menugaskan sebuah studi mengenai mata uang kripto dan potensi perannya dalam perekonomian Britania Raya. Laporan akhirnya diterbitkan pada Januari 2021.[10]

Pada Juni 2021, El Salvador menjadi negara pertama yang menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.[11] Pada Agustus 2021, Kuba kemudian mengikuti resolusi hukum tersebut untuk mengakui dan mengatur mata uang kripto seperti Bitcoin.[12]

Namun, pada September 2021, pemerintah Tiongkok, yang saat itu merupakan salah satu pasar terbesar bagi mata uang kripto, menyatakan seluruh transaksi mata uang kripto ilegal. Kebijakan tersebut melengkapi tindakan keras terhadap aktivitas mata uang kripto setelah sebelumnya pemerintah melarang aktivitas perantara dan penambang mata uang kripto di Tiongkok.[13]

Kripto Mikroekonomi

Mikroekonomi kripto membahas penggunaan mata uang kripto dan transaksi DeFi oleh individu maupun perusahaan. Sebuah servei pada tahun 2021 menemukan bahwa sebagian orang dewasa di Amerika Serikat telah mendengar tentang mata uang kripto utama, seperti Bitcoin dan Ethereum. Sebanyak 16% responden menyatakan pernah berinvestasi, memperdagangkan, atau menggunakan mata uang kripto.[14]

Kritik dan Kontroversi

Bitcoin dan sejumlah mata uang kripto lainnya telah digambarkan sebagai gelembung ekonomi oleh sejumlah ekonom, termasuk Robert J. Shiller,[15] Joseph E. Stiglitz, Vasilis Kostakis,[16] Richard Thaler,[17] Paul Krugman,[18] dan Nouriel Roubini.[19] Selain itu, Bitcoin dan mata uang kripto lainnya juga mendapatkan kritik terkait besarnya konsumsi listrik yang diperlukan untuk kegiatan "penambangan" mata uang kripto, yaitu proses validasi transaksi blockchain,[20] serta penggunaannya untuk membeli barang-barang ilegal.[21][22]

Baca Juga

Referensi

  1. ^ "Cryptoeconomics - Wikiversity". en.wikiversity.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-14.
  2. ^ "Welcome - MIT Cryptoeconomics Lab | MIT Sloan". MIT Sloan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-14.
  3. ^ Berg, Chris; Davidson, Sinclair; Potts, Jason (2019). Understanding the Blockchain Economy: An Introduction to Institutional Cryptoeconomics (dalam bahasa Inggris). Edward Elgar Publishing. ISBN 978-1-78897-500-1.
  4. ^ Brekke, Jaya Klara; Alsindi, Wassim Zuhair (2021-04-20). "Cryptoeconomics". Internet Policy Review (dalam bahasa Inggris). 10 (2). doi:10.14763/2021.2.1553. ISSN 2197-6775.
  5. ^ Cryptoeconomicon CCRG (2015-02-01), What Is Cryptoeconomics?, diakses tanggal 2026-08-18
  6. ^ Evans, Jon (2015-08-01). "Vapor No More: Ethereum Has Launched". TechCrunch (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-08-18.
  7. ^ Liu, Weiyi (2019-06). "Portfolio diversification across cryptocurrencies". Finance Research Letters (dalam bahasa American English). 29: 200–205. doi:10.1016/j.frl.2018.07.010. ISSN 1544-6123. {{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  8. ^ Pal, Debdatta; Mitra, Subrata K. (2019-11). "Correlation dynamics of crude oil with agricultural commodities: A comparison between energy and food crops". Economic Modelling (dalam bahasa Inggris). 82: 453–466. doi:10.1016/j.econmod.2019.05.017. {{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  9. ^ Chen, Zhengyang (2025-07-01). "From Disruption to Integration: Cryptocurrency Prices, Financial Fluctuations, and Macroeconomy". Journal of Risk and Financial Management (dalam bahasa Inggris). 18 (7): 360. doi:10.3390/jrfm18070360. ISSN 1911-8074.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  10. ^ Ordekian, Marilyne; Vasek, Marie (2023). "Response to the HM Treasury's Future Financial Services Regulatory Regime for Cryptoassets Consultation Call". doi.org. Diakses tanggal 2026-08-18.
  11. ^ "Bitcoin legal tender in El Salvador, first country ever". MercoPress (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-18.
  12. ^ Sigalos, MacKenzie (2021-08-27). "Cuba's central bank now recognizes cryptocurrencies such as bitcoin". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-18.
  13. ^ "China declares all crypto-currency transactions illegal". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2021-09-24. Diakses tanggal 2026-08-18.
  14. ^ Perrin, Andrew (2021-11-11). "16% of Americans say they have ever invested in, traded or used cryptocurrency". Pew Research Center (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-08-18.
  15. ^ Shiller, Robert J. (2014-03-01). "In Search of a Stable Electronic Currency". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2026-08-18.
  16. ^ Kostakis, Vasilis; Giotitsas, Chris (2014). "The (A)Political Economy of Bitcoin". tripleC: Communication, Capitalism & Critique. Open Access Journal for a Global Sustainable Information Society (dalam bahasa Inggris). 12 (2): 431–440. doi:10.31269/triplec.v12i2.606. ISSN 1726-670X.
  17. ^ News, E. C. O. (2018-01-22). "Economics Nobel prize winner, Richard Thaler: "The market that looks most like a bubble to me is Bitcoin and its brethren"". ECO News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-08-18. {{cite web}}: |last= mempunyai nama umum
  18. ^ Krugman, Paul (2018-01-29). "Opinion | Bubble, Bubble, Fraud and Trouble". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2026-08-18.
  19. ^ Monaghan, Angela (2018-02-02). "Bitcoin biggest bubble in history, says economist who predicted 2008 crash". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2026-08-18.
  20. ^ Huang, Jon; O’Neill, Claire; Tabuchi, Hiroko (2021-09-03). "Bitcoin Uses More Electricity Than Many Countries. How Is That Possible?". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2026-08-18.
  21. ^ Ball, James (2013-03-22). "Silk Road: the online drug marketplace that officials seem powerless to stop". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2026-08-18.
  22. ^ "Monetarists Anonymous". The Economist. ISSN 0013-0613. Diakses tanggal 2026-08-18.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.