Merek dagang generik


Merek dagang generik atau merek generik (bahasa Inggris: generic trademark, genericized trademark, atau proprietary eponym) merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut sebuah merek dagang yang walaupun sudah terdaftar, namun digunakan secara luas untuk menyebut produk (atau jasa) sejenis dari merek lain karena popularitas dan signifikansinya. Produk yang mengalami situasi seperti ini biasanya disebabkan suatu merek produk/jasa merupakan pionir atau menjadi dominan dalam penguasaan pangsa pasar sehingga diidentifikasikan sama dengan barang yang dijualnya. Bisa juga terjadi ketika sang pemilik produk dalam promosi/pemasaran produknya terlalu banyak menggunakan mereknya sebagai nama bagi jenis barang/jasa yang dijualnya. Bagi pemilik merek, hal ini dapat berbahaya karena bisa saja diadopsi oleh produsen/pemberi jasa lainnya jika tidak dilindungi oleh si pemegang hak merek.[1][2]
Suatu merek yang mengalami proses ini disebut generikisasi (genericization) atau erosi merek dagang (trademark erosion). Pemilik merek gagal mencegah merek miliknya menjadi digunakan banyak kalangan,[3][4][5] sehingga tidak dapat didaftarkan kembali. Banyak perusahaan berusaha mencegah hal ini, seperti dengan edukasi kepada konsumen, perkenalan nama baru dan berusaha mencegah pelanggaran hak merek. Namun hal ini dapat menuai hasil yang beragam, seperti usaha Adobe Systems mencegah merek "Photoshop" menjadi merek generik karena banyak publik sudah menggunakan istilah seperti photoshopped.[6]
Merek generik di Indonesia
Beberapa merek generik yang umum digunakan di Indonesia, seperti:
| Merek[7][8] | Produsen/pemegang hak merek | Jenis produk | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Aqua | Danone (PT Aqua Golden Mississippi) | Air minum dalam kemasan | |
| Astor | Mayora Indah | Wafer stik | |
| Autan | S. C. Johnson & Son | Calir anti nyamuk | |
| Baygon | S. C. Johnson & Son | Racun serangga | |
| Betadine | Mundipharma (PT Mahakam Beta Farma) | Iodin povidon | |
| Chiki | Indofood (PT Indofood Fortuna Makmur) | Makanan ringan | |
| Cosmos/Kosmos | Star Cosmos | Penanak nasi atau tempat penyimpanan beras | |
| Cutex/Kutex | Revlon | Pewarna kuku | Tidak beredar lagi di Indonesia |
| Hansaplast | Beiersdorf | Plester luka | Sebelumnya dipasarkan sebagai Handyplast |
| Indomie | Indofood | Mi instan | |
| Kets (sepatu) | Keds | Sepatu kanvas (sneakers) | |
| Marjan (minuman) | Lasallefood (PT Lasallefood Indonesia) | Sirup buah | |
| Levi's/Lepis | Levi Strauss & Co. | Celana jin | |
| Molto | Unilever | Detergen | |
| Odol | Haleon | Pasta gigi | Tidak beredar lagi di Indonesia |
| Orson | Japfa (PT Karya Cipta Wisesa)[9] | Sirup buah | Tidak beredar lagi di Indonesia |
| Pampers | Procter & Gamble | Popok bayi | |
| Paralon | PT Pralon | Pipa PVC | |
| Pylox | Nippon Paint | Cat semprot | |
| Rinso | Unilever | Deterjen | |
| Sanyo | Panasonic (Sanyo) | Pompa air | |
| Sellotape/Selotip | Henkel (Sellotape) | Pita perekat | |
| Softex | Kimberly-Clark (PT Softex Indonesia) | Pembalut wanita | |
| Sosro | Sinar Sosro | Teh dalam kemasan | |
| Stabilo | Schwan-Stabilo | Pena penyorot | |
| Tamiya | Tamiya Inc. | Mobil mainan | |
| Tatung (panci) | Tatung Co. | Panci ajaib | |
| Tipp-Ex | Société Bic | Penghapus tinta | Tidak beredar lagi di Indonesia |
| Toa | TOA Corporation (PT TOA Galva) | Pengeras suara | |
| Tupperware | Tupperware Brands | Tempat penyimpanan makanan plastik | |
| Vetsin/Micin/Mecin | Tien Chu Ve-Tsin | Monosodium glutamat |
Lihat juga
Rujukan
- ^ Fisher, William (n.d.). "Overview of Trademark Law". Harvard Law School. "Under some circumstances, terms that are not originally generic can become generic over time (a process called "genericity"), and thus become unprotected."
- ^ Hyra, Clifford D. "How Long Does a Trademark Last?". Patents 101. Hyra IP, PLC. Diarsipkan dari asli tanggal 25 January 2010.
- ^ Marsden, Rhodri (10 June 2011). "'Genericide': When brands get too big". The Independent. Diakses tanggal 20 August 2018.
- ^ "15 Product Trademarks That Have Become Victims Of Genericization". Consumer Reports. Consumer Reports. 19 July 2014. Diakses tanggal 20 August 2018.
- ^ Schofield, John (26 January 2017). "Sometimes a trademark is too 'successful'". The Lawyer's Daily. LexisNexis Canada. Diakses tanggal 20 August 2018.
- ^ "General trademark guidelines". Adobe. Adobe Systems Incorporated. Diakses tanggal 2 January 2013.
- ^ Sadar Tidak? Kamu Sering Sebut 12 Merek ini Seolah Nama Barang
- ^ Merek Dagang yang Telah Menjadi Nama Benda
- ^ Informasi & peluang bisnis SWA sembada, Volume 21,Masalah 11-15
Bacaan lainnya
- Room, Adrian (1983). Dictionary of Trade Name Origins. Routledge. ISBN 978-0-7102-0174-4.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.