Pasa Harau

Pasa Harau
Art & Culture Festival
Logo Pasa Harau
JenisBudaya dan Kesenian Tradisional Minangkabau
Tanggalsetiap bulan Agustus-Oktober
Dimulai13 September 2016
Berakhir15 September 2016
Frekuensisetiap tahun
LokasiLembah Harau, Nagari Harau, Kab. Lima Puluh Kota Sumatera Barat
Tahun aktif10 tahun
Acara pertama2016
Terakhir diadakan2025
Acara sebelumnya2026
Acara berikutnya2027
PenyelenggaraKomunitas Lembah Harau
Situs webwww.pasaharau.com//

Pasa Harau (atau Pasa Harau Art & Culture Festival) adalah festival warga berskala nasional yang diselenggarakan secara regular di Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Acara ini merayakan seni, budaya Minangkabau, dan keindahan alam Lembah Harau melalui pertunjukan kontemporer, permainan tradisional, serta pasar kuliner.[1][2][3] Pasa Harau pertama kali digelar pada tahun 2016 atas inisiatif Komunitas Pasa Harau dan masyarakat Nagari Harau. Festival ini lahir dari kesadaran warga untuk mengembangkan kebudayaan sebagai pilar pembangunan desa wisata.[4]

Sejarah dan Latar Belakang

Festival warga ini pertama kali digagas oleh Dede Pramayoza (Teraseni), seorang dosen di ISI Padangpanjang, Kusen Alipah Hadi (Yayasan Umar Kayam), seorang pelaku antropologi, bersama Syukriandi, yang waktu itu baru saja terpilih sebagai Wali Nagari Harau.[5] Penamaan Pasa Harau berasal dari dua kata. Kata “pasa” dari bahasa Minangkabau yang berarti pasar atau keramaian, menjadikannya sebagai ruang temu untuk pemberdayaan masyarakat dan pariwisata.[6] Pada awalnya, festival ini merupakan perhelatan berskala lokal, namun seiring waktu mendapat pengakuan nasional dan bahkan masuk dalam daftar festival yang direkomendasikan oleh Kementerian Pariwisata melalui program Festival Indonesia (Fest in Fest) pada tahun 2017. Sejak tahun 2017, festival ini rutin digelar setiap tahun, biasanya pada bulan Juli, Agustus, atau Oktober.[7]

Penyelenggaraan Pasa Harau bertujuan untuk:

  • Melestarikan Seni dan Budaya: Festival ini menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni tradisi, seni kontemporer, dan budaya Minangkabau.
  • Pengembangan Pariwisata: Festival berperan sebagai pintu masuk mewujudkan program pariwisata “Harau Menuju Dunia” dan mempromosikan Lembah Harau sebagai destinasi wisata berbasis komunitas.[8]
  • Peningkatan Ekonomi Masyarakat: Wali Nagari Harau menyatakan bahwa festival yang dilakukan secara swadaya ini telah memberikan dampak nyata, mengangkat status Nagari Harau dari desa tertinggal menjadi desa mandiri.[9]

Ragam Atraksi dan Kegiatan

Sepanjang tiga hari pelaksanaan, Pasa Harau menampilkan puluhan peristiwa budaya dan permainan tradisional,[10] antara lain:

  • Atraksi Arak Iriang: Pawai adat yang diikuti oleh Pucuak Adat, Niniek Mamak, Bundo Kanduang, Alim Ulama, Cadiak Pandai, dan Dubalang.[11]
  • Atraksi Makan Bajamba: Tradisi makan bersama dalam satu dulang (jamba) yang biasanya diikuti oleh empat hingga enam orang, melambangkan kebersamaan.
  • Pertunjukan Seni: Menampilkan kesenian khas Minangkabau seperti Randai (perpaduan drama, tari, musik, dan silat), Silek Lanyah (seni silat di sawah), serta pertunjukan tari dan musik tradisional lainnya.[12][13][14]
  • Permainan Tradisional: Terdapat atraksi seperti Pacu Jawi (pacuan sapi), Pacu Itiak (pacuan itik), dan Manjek Karambia (memanjat kelapa) yang menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.
  • Wisata dan Edukasi: Pengunjung diajak mengikuti kegiatan jelajah Lembah Harau serta penanaman pohon di hutan sebagai bagian dari pelestarian alam . Selain itu, festival juga menyediakan paket menginap di rumah-rumah penduduk (homestay) agar wisatawan dapat merasakan langsung kehidupan masyarakat lokal.[15]

Dukungan dan Pengakuan

Pasa Harau didukung oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Nagari Harau, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Kementerian Kebudayaan), serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Festival ini dianggap sebagai perwujudan ekosistem kebudayaan yang hidup dan menjadi contoh baik bagi desa-desa wisata lain di Indonesia dalam mengarusutamakan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan.[16][17]

Di luar institusi pemerintah, festival ini juga didukung oleh berbagai organisasi masyarakat dan yayasan, seperti Yayasan Umar Kayam yang berperan sebagai pendamping dan fasilitator komunitas, serta Yayasan Bintang Kidul dan Perkumpulan Masyarakat Peduli Media . Dukungan dari berbagai lapisan ini menegaskan bahwa Pasa Harau merupakan model festival warga yang melibatkan kolaborasi luas antara komunitas, pemerintah, dan sektor swadaya masyarakat. Pada penyelenggaraan tahun 2023, dukungan yang diterima semakin luas, meliputi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) . Keterlibatan BPIP menunjukkan pengakuan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang seni dan budaya, tetapi juga turut memperkokoh nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila melalui tradisi gotong-royong yang dihidupkan oleh masyarakat.[18][19]

Referensi

  1. ^ Zakaria, Ismail (2017-08-03). "Diluncurkan, Festival Pasa Harau di Kabupaten Limapuluh Kota". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-07-21.
  2. ^ "Menanti Festival Pasa Harau di Kabupaten Limapuluh Kota". kumparan. Diakses tanggal 2026-07-21.
  3. ^ "Pasa Harau Art & Culture Festival Digelar". gaya hidup. Diakses tanggal 2026-07-21.
  4. ^ Hendra, Yose. "Pasa Harau Art Culture Festival, Festival Budaya yang Menarik di Lembah Harau". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2026-07-21.
  5. ^ Eka, Anastha, Annayu Maharani, Bunga Manggiasih (2018). Dampak Seni di Masyarakat (PDF). Jakarta: Koalisi Seni Indonesia. hlm. 28–39. ISBN 978-602-14756-1-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ "West Sumatra to host Pasa Harau Art & Culture Festival - News". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-21.
  7. ^ Prodjo, Wahyu Adityo (2017-06-08). "Catat! Festival Seni Budaya di Lembah Harau Digelar Agustus". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-07-21.
  8. ^ "Festival Budaya Terbesar di Lembah Harau Sumbar Digelar Akhir Pekan Ini, Ada Apa Saja?". Tempo. 23 Oktober 2024. Diakses tanggal 2026-07-21.
  9. ^ "Festival Budaya Terbesar di Lembah Harau Sumbar Digelar Akhir Pekan Ini, Ada Apa Saja?". Tempo.co. 23 Oktober 2024. Diakses tanggal 2026-07-21.
  10. ^ "Kemenpar Dukung Festival Kebudayaan Pasa Harau". Republika Online. Diakses tanggal 2026-07-21.
  11. ^ Mardiansyah, Tasya Paramitha, Andri (2017-08-04). "Yuk, Datang ke Pasa Harau Art and Culture Festival di Sumbar". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2026-07-21.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  12. ^ "Festival Pasa Harau akan Pecahkan Rekor MURI". Republika Online. Diakses tanggal 2026-07-21.
  13. ^ Sastra, Yola (2019-08-19). "Pertunjukan Tradisi di Festival Pasa Harau". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-07-21.
  14. ^ "Menikmati beragam seni budaya di Pasa Harau". Antara News Sumbar. 2018-07-15. Diakses tanggal 2026-07-21.
  15. ^ Hermanto, Budhi. "Pasa Harau, Festival Budaya yang Menarik Hati di Lembah Harau". detikTravel. Diakses tanggal 2026-07-21.
  16. ^ dhwSeng (2024-10-23). "Pasa Harau, Festival Kebudayaan Terbesar di Lembah Harau". JogjaUpdate.com. Diakses tanggal 2026-07-21.
  17. ^ Sulistyo, Agung. "Wakanda Offroad Dan Pasa Harau Antar Limapuluh Kota Raih Double Winner Di API Award 2025". padang.inews.id. Diakses tanggal 2026-07-21.
  18. ^ Widhoroso. "Pasa Harau Art Culture Festival Perkokoh Nilai Kebangsaan". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2026-07-21.
  19. ^ Palupi, Yvesta Putu Ayu (2023-09-05). "Festival Berbasis Komunitas Lembah Harau Memperkokoh Nilai Kebangsaan". KoranBernas.id. Diakses tanggal 2026-07-21.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.