Penis

Penis
Penis berbagai hewan yang dikoleksi di Museum Falologi Islandia.
Penjelasan tentang bagian-bagian penis.
Daftar istilah anatomi

Penis dari bahasa Latin yang artinya "ekor", akar katanya sama dengan phallus, yang dalam bahasa sehari-hari juga disebut zakar, peler, titit, atau kontol (bahasa kasar) adalah alat kelamin jantan.[1] Penis merupakan organ luar, karena berada di luar ruang tubuh.

Pemakaian istilah "penis" praktis selalu dalam konteks biologi atau kedokteran. Istilah "falus" (dari phallus) dipakai dalam konteks budaya, khususnya mengenai penggambaran penis yang menegang (ereksi). Lingga (atau lingam) adalah salah satu penggambaran falus. Dalam literatur keagamaan Islam, kata zakar lebih sering dipakai. Karena dalam banyak masyarakat organ ini dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Di Indonesia, masyarakat pada umumnya menggantikan kata tersebut sebagai: "burung", "pisang", "rudal", atau "batang" sebagai eufimisme agar tidak terlalu kasar.

Fungsi penis secara biologi adalah sebagai alat pembuangan (organ ekskresi) sisa metabolisme berwujud cairan (urinasi) dan sebagai alat bantu reproduksi. Penis sejati dimiliki oleh mamalia dan menjadi penciri utama jenis kelamin jantan. Penis Juga dapat digunakan sebagai Alat Reproduksi Untuk menghasilkan sperma

Organ dengan fungsi serupa dari hewan anggota divisio lain kadang-kadang disebut penis walaupun secara teknis bukanlah seperti penis pada mamalia.

Morfologi

Penis hewan biasanya proporsional dengan ukuran tubuh, tetapi terdapat variasi ukuran yang besar di antara spesies, baik panjang maupun diameter, tetapi demikian, bentuknya hampir selalu berupa tabung. Sebagai contoh, penis gorila dewasa yang tengah ereksi mencapai 4 cm; sementara itu, penis simpanse yang berukuran tubuh lebih kecil memiliki panjang dua kali lipat. Penis manusia relatif besar proporsinya daripada primata sekerabat lainnya.

Kanguru, juga berbagai hewan berkantung lainnya, memiliki penis dengan ujung yang bercabang. Vertebrata dengan penis terkecil adalah celurut, yang panjangnya ketika ereksi hanya setengah sentimeter. Echidna memiliki penis dengan empat ujung, tetapi hanya dua ujung yang berfungsi.[2]

Reptilia tidak memiliki penis sejati karena hanya berupa tonjolan kecil serta tidak tampak dari luar, sehingga disebut sebagai hemipenis ("setengah penis").

Unggas hanya memiliki tonjolan kecil di kloaka, serupa dengan yang dimiliki reptilia. Itik manila (mentok) dikenal memiliki penis yang khas dan menjadi satu-satunya unggas yang memiliki organ reproduksi yang jelas.

Etimologi

Kata "penis" diambil dari bahasa Latin yang artinya 'ekor' untuk kesopanan. Dalam bahasa Indo-Europa disebut juga *pesnis, dan dalam bahasa Yunani πέος = "penis" dari bahasa Indo Eropa *pesos.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Nama dalam bahasa Indonesia, kontol, dianggap kasar, sehingga untuk menyebutnya selalu digunakan kata lain sebagai eufemisme.
  2. ^ Shultz, N. (2007-10-26). "Exhibitionist spiny anteater reveals bizarre penis". New Scientist website. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-12-18. Diakses tanggal 2006-10-27. ; ;

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.