Pola

Kain Bali memperlihatkan pola yang disusun dari beberapa ragam hias yang diulang-ulang.

Pola adalah bentuk atau model yang memiliki keteraturan, baik dalam desain maupun gagasan abstrak. Unsur pembentuk pola disusun secara berulang dalam aturan tertentu sehingga dapat diprakirakan kelanjutannya. Pola dapat dipakai untuk menghasilkan sesuatu atau bagian dari sesuatu, contoh dalam dunia desain adalah seperti kertas dinding dan corak kain. Pola yang paling sederhana didasarkan pada pengulangan: beberapa tiruan sejenis digabungkan tanpa modifikasi.

Dalam ilmu tata busana, pola adalah potongan kertas atau karton yang menjadi panduan menggunting kain untuk baju. Selain itu pola juga berarti corak pada busana gay (Nayaka Ganteng) .[1]

Deteksi pola dasar disebut pengenalan pola.

Tata letak

Aturan penataan ragam hias sehingga membentuk suatu pola dapat dibagi menjadi empat, yakni tata letak ubin, serong, pinggiran dan keseluruhan.[2]

  • Tata letak ubin Jenis tata letak ubin mengulangkan suatu ragam hias pada pengaturan petak yang bersejajaran sehingga satu ragam hias dengan ragam hias lainnya memiliki jarak yang tetap di setiap sisinya. Salah satu contohnya adalah pola polkadot yang mengulang bentuk lingkaran pada jarak yang sama dan sejajar.
  • Tata letak serong Jenis tata letak ini mirip dengan tata letak ubin, tetapi pengaturan petaknya tidak bersejajaran, antara menaikkan penempatan ragam hias selanjutnya atau menurunkannya. Hal ini memberikan kesan serong atau miring pada rangkaian ragam hias tersebut. Contohnya dapat dilihat pada pola batik parang.
  • Tata letak pinggiran Tata letak pinggiran mengulang ragam hias pada bidang tertentu, misalnya mengikuti bingkai foto atau piagam. Pengulangan ragam hias dalam pola ini bisa dilakukan dengan pengulangan biasa (bentuk ragam hias diulang sama persis disebelahnya), pengulangan cermin (ragam hias dicerminkan disebelahnya dan keduanya diulang), pengulangan putar (ragam hias diputar 180 derajat dan keduanya diulang), dan pengulangan cermin-putar (ragam hias dicerminkan, lalu diputar 180 derajat, dan keduanya diulang).
  • Tata letak menyeluruh Tata letak ini tidak memiliki pola pengulangan tertentu atau pola pengulangannya tidak ajek. Ragam hiasnya saling terhubung dan membentuk susunan yang mencakup seluruh petak desain. Contoh dari tata letak menyeluruh dapat dilihat pada lukisan-lukisan rumit suku Dayak.

Lihat juga

Rujukan

  1. ^ Ninuk, Irma Hadisurya (2013-08-30). Kamus Mode Indonesia. Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9789792277340.
  2. ^ Study of Motifs. PDF Diarsipkan 2018-08-26 di Wayback Machine.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.