Proforma

Dalam ilmu linguistik, proforma (bahasa Inggris: pro-form) merupakan suatu jenis kata tugas atau ungkapan yang menggantikan atau menyatakan hal yang sama dengan kata, frasa, klausa, atau kalimat lain yang maknanya dapat dipahami dari konteks wacana tersebut.[1] Proforma umumnya digunakan untuk menghindari kata-kata yang berulang atau untuk mempertegas kuantifikasi (membatasi variabel suatu proposisi).

Proforma terdiri atas beberapa kategori, berdasarkan kelas kata yang digantikannya:

  • Pronomina (kata ganti), yang menggantikan suatu nomina (kata benda) atau frasa nomina, dengan atau tanpa determinator. Misalnya: dia, ini, dsb.
  • Kata penyangga (prop-word), yang mendukung atau menyangga suatu kata di dalam kalimat agar memenuhi syarat tata bahasa. Misalnya: kata yang pada frasa "yang kuat" dalam kalimat "Yang kuat dapat memenangkan pertarungan ini." Kata yang menyangga kata kuat agar dapat berdiri sendiri sebagai frasa nomina.
  • Proadjektiva, yang menggantikan suatu adjektiva (kata sifat) atau frasa yang berfungsi seperti adjektiva. Misalnya: kata demikian dalam kalimat "Ratna itu cantik, tapi adiknya tidak demikian."
  • Proadverbia, yang menggantikan suatu adverbia (kata keterangan) atau frasa yang berfungsi sebagai adverbia. Misalnya: kata di sana dalam kalimat "Tadi kamu bilangnya ketemu di posko, tapi kok kamu enggak ada di sana?"
  • Proverba, yang menggantikan suatu verba (kata kerja) atau frasa verba. Misalnya: kata begitu dalam kalimat "Saya boleh memukul, tapi kamu tidak boleh begitu."
  • Prokalimat, yang menggantikan seluruh kalimat atau anak kalimat. Misalnya frasa melakukannya dalam kalimat "Kamu menuduh saya menjual bahan-bahan makanan yang tidak segar, tapi saya sudah bilang kalau saya tidak melakukannya."[2]

Proforma interogatif adalah proforma dalam kalimat tanya yang merujuk pada jawaban yang diharapkan. Proforma interogatif dapat berupa salah satu dari kategori di atas.

Aturan yang mengatur hubungan sintaksis yang diperbolehkan antara proforma-proforma tertentu (terutama untuk pronomina persona dan refleksif/resiprokal) dan antesedennya telah dipelajari dalam apa yang disebut teori pengikatan.

Lihat juga

Referensi

  1. ^ Crystal, David (1985). A dictionary of linguistics and phonetics (Edisi 2nd). Basil Blackwell.
  2. ^ Crystal, David (1985). A dictionary of linguistics and phonetics (Edisi 2nd). Basil Blackwell.

Pranala luar

Templat:Lexical categories

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.