Sentimen anti-polisi

Grafiti anti-polisi di Athena, 2008

Sentimen anti-polisi adalah pertentangan terhadap polisi oleh kelompok atau perorangan. Sentimen tersebut dapat timbul dari sudut pandang masalah sistemik dalam lembaga kepolisian, seperti penyimpangan, pemakaian kekerasan berlebihan, profil rasial, dan korupsi.

Indonesia

Pada 2021, seorang perwira polisi terrekam membanting para pengunjuk rasa pelajar di Banten.[1] Pada tahun yang sama, seorang wanita bernama Novia Widyasari ditemukan meninggal di depan makam ayahnya setelah ia mendapati kehamilannya usai pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang perwira polisi yang merupakan pacarnya. Insiden tersebut kemudian memicu sentimen anti-polisi di kalangan warga lokal pada masa setelahnya.[2]

Referensi

  1. ^ Bhwana, Petir Garda (2021-10-14). "Police Apologize for 'Body Slam' Incident Against A Student Protester". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-10-06.
  2. ^ "How Novia's death galvanised a movement around consent and sexual violence in Indonesia". ABC News (dalam bahasa Australian English). 2022-01-13. Diakses tanggal 2023-10-06.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.