Soewandi Notokoesoemo
Soewandi Notokoesoemo | |
|---|---|
![]() | |
| Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-10 | |
| Masa jabatan 26 Agustus 1955 – 3 Maret 1956 | |
| Presiden | Soekarno |
| Perdana Menteri | Burhanuddin Harahap |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 25 Desember 1904 Hindia Belanda |
| Meninggal | 25 Desember 1960 (umur 56) Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Almamater | Technische Hoogeschool te Bandoeng |
Prof. Ir. R. M. Soewandi Notokoesoemo (25 Oktober 1904 – 25 Desember 1960) adalah Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1955 hingga tahun 1956 pada Kabinet Burhanuddin Harahap.
Riwayat Hidup
Raden Mas Soewandi Notokoesoemo lulus sebagai insinyur sipil dari Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung) pada bulan Desember 1936.[1]
Pada masa pendudukan Jepang, Ir. Soewandi menjadi staf pengajar di Bandung Kogyo Daigaku - nama baru Technische Hoogeschool te Bandoeng yang dibuka kembali setelah diakuisisi Jepang dari pemerintah Hindia Belanda di mana ia mengajar mata kuliah Ilmu Bangunan.[2]: 27
Kiprahnya dalam bidang pendidikan keinsinyuran terus berlanjut disela-sela revolusi kemerdekaan. Ia termasuk salah satu insinyur pribumi yang mengambil alih Bandung Kogyo Daigaku dari bala tentara Jepang kepada Republik Indonesia pada bulan Agustus 1945. Segera sesudah itu perguruan tinggi teknik dibuka kembali dengan nama Sekolah Tinggi Teknik Bandung (STT Bandung) di bawah pimpinan Prof. Ir. Roosseno. Ketika kondisi keamanan kota Bandung sudah tidak lagi kondusif dengan masuknya NICA, STT Bandung terpaksa dipindahkan ke Yogyakarta dengan nama barunya STT Bandung di Yogyakarta, di mana Ir. Soewandi bersama Prof. Ir. Roosseno, Ir. Goenarso, Ir. Soenarjo, Ir. Abdoelmoetalip Danoeningrat, Ir. Ali Djojoadinoto, dan Herman Johannes mengiringinya sebagai staf pengajar.[2]: 27 Setelah Pemerintah RI mendirikan Universitit Negeri Gadjah Mada, maka STT di Yogyakarta dimasukkan ke dalamnya sebagai Fakultas Teknik, di mana Ir. Soewandi termasuk salah satu pengajarnya.
Pada tanggal 19 September 1954 ia diangkat menjadi Guru Besar Fakultas Teknik UGM pada bidang Ilmu Konstruksi Baja.[3]
Rujukan
- ^ (Belanda) "Technische Hoogeschool" dalam Harian "De Indische courant" edisi 22 Desember 1936, Tahun ke-16 No.84. Diarsipkan 2014-07-14 di Wayback Machine.
- ^ a b Sakri, A. (1979a). Dari TH ke ITB: Kenang-kenangan lustrum keempat 2 Maret 1979, Jilid 1: Selintas perkembangan ITB. Bandung: Penerbit ITB.
- ^ Orasi Guru Besar UGM Prof. Ir. Soewandi Notokoesoemo.
Pranala luar
- Kabinet Burhanuddin Harahap. Diarsipkan 2014-07-14 di Wayback Machine.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Mohammad Yamin |
Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia 1955–1956 |
Diteruskan oleh: Sarino Mangunpranoto |
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.




