Sumini
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 14 April 1975 Indonesia |
| Data pribadi | |
| Ideologi politik | Pelestarian lingkungan hidup, gerakan pelestarian dan feminisme |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | Jagawana, forestry ranger (en) |
| Bekerja di | Lembaga Pengelolaan Hutan Kampung Damaran Baru |
Penghargaan
| |
Sumini (lahir 14 April 1975) adalah aktivis lingkungan hidup, petani kopi, dan ibu rumah tangga yang berasal dari Dataran Tinggi Gayo, Aceh, Indonesia. Ia merupakan ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Kampung Damaran Baru. Sebagai pegiat lingkungan, Sumini mengajak sekaligus memimpin para perempuan dari tiga desa, yaitu Damaran Baru, Fajar Harapan, dan Kenine, untuk menjaga hutan dari aktivitas pembalakan liar, perambahan, dan perburuan hewan.[1][2]
Pada 2023, nama Sumini masuk ke dalam daftar 100 perempuan inspiratif dan berpengaruh di dunia versi BBC atau yang dikenal dengan 100 Women BBC.[3]
Aktivisme
Sebelum terjun sebagai penjaga hutan, Sumini sempat aktif dalam lembaga swadaya masyarakat (LSM) bidang lingkungan. Setelah peristiwa banjir bandang 2015, ia ditunjuk oleh warga Bener Meriah untuk menjadi ketua kelompok pelindung hutan. Sumini bersama anggota kelompoknya yang didominasi perempuan secara bergantian berpatroli di wilayah hutan setiap bulan selama 10 hari. Sebagai jagawana (ranger) atau mpu uteun dalam bahasa Gayo, mereka terkadang juga sampai bermalam di hutan. Tugas mereka antara lain adalah berjalan kaki puluhan kilometer ke dalam hutan, mencatat keanekaragaman flora dan fauna, serta menanam sejumlah pohon.[1] Para jagawana perempuan dipandang lebih efektif dalam menghadapi pelaku penebang liar yang rata-rata adalah laki-laki yang berasal dari wilayah sekitar. Para ibu dinilai lebih bisa berkepala dingin saat berdialog dengan para penebang pria.[4]
Pada November 2019, kelompok penjaga hutan yang dipimpin Sumini secara resmi menerima izin sebagai penjaga dan pengelola hutan desa dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.[1]
Daftar referensi
- ^ a b c Zulkarnaini (2020-12-29). "Sumini, Perempuan Tangguh Penjaga Hutan Gayo". kompas.id. Diakses tanggal 2025-07-02.
- ^ Asmunda, Alfath (17 Desember 2020). "Indonesia's female forest guardians fight for the environment". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-02.
- ^ "BBC 100 Women 2023: Who is on the list this year? - BBC News". News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-07-02.
- ^ "Kisah para perempuan penjaga hutan Aceh: 'Kami lebih didengar oleh para pembalak liar'". BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2025-07-02.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.