Muhammad Arum Sabil

H.M. Muhammad Arum Sabil adalah tokoh perkebunan yang mendedikasikan dirinya pada memperjuangkan eksistensi petani tebu rakyat. Tokoh asal Jawa Timur  merupakan Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia sejak tahun 2003.

H.M. Muhammad Arum Sabil adalah Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI). Arum Sabil lahir pada 20 Juni 1966 di Desa Manggisan ( Wil Perkebunan Kalitengah) Kec. Tanggul  – Jember. Ia  pernah mengenyam pendidikan di SMP Bina di Tanggul Kulon, lalu melanjutkan sekolah di SMU PGRI Tanggul.  Karena keterbatasan ekonomi keluarga ia bekerja menjadi tukang foto keliling di luar jam sekolah[1]. Lalu di tahun 2025 H.M Arum Sabil berhasil menyelesaikan Magister Kesehatan Lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada tahun 2025[2].

Karir

Sempat bekerja di PTPN XXIII (kini PTPN XII) selama setahun sebelum akhirnya pada tahun 1987 bekerja di PT. HAS Farm, sebuah perusahaan perkebunan besar milik swasta dengan komoditas unggulan tanaman kakao dan karet di wilayah Kalimantan. Lalu bekerja di PT. Barito Pacific Timber (1990-1992). Kemudian di penghujung tahun 1992 memutuskan untuk mengundurkan diri dari PT. Barito Pacific Timber dan mudik ke Tanggul untuk menekuni pekerjaan sebagai petani tebu hingga saat ini[1].

Organisasi

Pada munas yang diselenggarakan di Jakarta pada 26 Januari 2016 menetapkan Arum Sabil sebagai Ketua Umum Dewan Pembina APTRI dan Abdul Wahid sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APTRI[3].  Sejak itu juga aktif menjadi pemberi masukan kepada pemerintah khususnya yang bersangkutan dengan impor dan distribusi gula rafinasi. Ia dikenal sebagai sosok yang kritis terkait kebijakan importasi gula selama lebih dari 2 dekade.

Pada tahun 2025 yang lalu H.M. Muhammad Arum mengkritik kebijakan importasi gula yang mengakibatkan tidak terserapnya gula dari kebun petani. Dalam wawancara dengan awak media Arum Sabil mengungkap penyebab 74.700,386 Ton Gula di Jatim tidak terserap. Salah satunya diakibatkan masifnya impor gula rafinasi di Indonesia. Iapun menuntut agar mengembalikan pasar GKP konsumsi seperti semula. Ia juga menghimbau agar pemerintah mengurangi impor gula mentah bahan baku pabrik rafinasi serta menegakkan aturan hukum yang melarang rafinasi beredar di pasar-pasar tradisional/modern, sebab rafinasi ini diedarkan dengan berbagai cara[4].

Selain aktif di APTRI , Arum Sabil terpilih menjadi Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2020-2025 pada saat Musda Pramuka Jatim Desember 2020[5].

Penghargaan

Atas kiprahkan dalam hal pemberdayaan, pada tahun 2022 Arum Sabil menerima penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Perak berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur Nomor 188/809/KPTS/13/2022 tentang Penerima Lencana Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 [6]. Lalu Arum Sabil kembali meraih penghargaan detikJatim Awards 2023 kategori Pemberdayaan Pemuda. INi tidak lepas atas inisiatifnya pengembangan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya, Pramuka Produktif, hingga pengembangan Holtikulture and Integrated Farming[7]. Lalu pada tahun 2025 Tokoh asal Jawa Timur ini menerima CNN Indonesia Award 2025 untuk kategori Special Recognition: Champion of Farmers Empowerment and Education Integration. Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah dan dedikasi Arum Sabil dalam memadukan pemberdayaan petani dengan pendidikan serta gerakan sosial kemasyarakatan.

Buku

  • Rumus Swasembada Gula (2025)
  • Mendobrak Belenggu Petani Tebu ( 2005)

Referensi

  1. ^ a b "Profil Muhammad Arum Sabil". tirto.id. Diakses tanggal 2025-12-04.
  2. ^ Khaesar, Moch (2025-08-08). "Kupas Pestisida, Arum Sabil Resmi Sandang Gelar Magister Kesehatan Lingkungan Unair | www.ketikmalang.com". www.ketikmalang.com. Diakses tanggal 2025-12-04.
  3. ^ antaranews.com (2016-02-15). "Eksistensi APTRI : antara realitas dan idealitas". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-04.
  4. ^ Azmi, Faiq. "Arum Sabil Ungkap Biang Kerok 74 Ribu Ton Gula di Jatim Tidak Terserap". detikjatim. Diakses tanggal 2025-12-04.
  5. ^ antaranews.com (2020-12-16). "Arum Sabil terpilih sebagai Ketua Kwarda Pramuka Jatim 2020-2025". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-04.
  6. ^ Yuana, Lely (2022-11-10). "Inisiasi Pramuka Produktif, Arum Sabil Terima Lencana Jer Basuki Mawa Beya". TIMES Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-04.
  7. ^ Devi, Aprilia. "Majukan Pramuka, Arum Sabil Raih detikJatim Awards Pemberdayaan Pemuda". detikjatim. Diakses tanggal 2025-12-04.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.