Operasi Hannibal

Operasi Hannibal (Unternehmen Hannibal) adalah operasi evakuasi militer melalui laut yang diluncurkan oleh Jerman Nazi pada bulan Januari hingga Mei 1945, mendekati akhir Perang Dunia II di Front Timur. Operasi ini diperintahkan oleh Großadmiral Karl Dönitz menyusul desakan masif dari Serangan Prusia Timur oleh Uni Soviet yang mengancam akan mengepung pasukan militer dan jutaan warga sipil Jerman di wilayah Prusia Timur, Prusia Barat, dan Kantong Courland.
Dalam kurun waktu 15 minggu, antara 494 hingga 1.080 kapal dagang dari berbagai jenis beserta sejumlah besar kapal angkatan laut, termasuk unit maritim terbesar Jerman yang tersisa, mengangkut sekitar 800.000–900.000 pengungsi dan 350.000 tentara[1] menyeberangi Laut Baltik menuju Jerman dan wilayah Denmark yang diduduki Jerman.[2] Evakuasi ini menjadi salah satu aktivitas paling signifikan dari Kriegsmarine sepanjang perang,[3] sekaligus menjadikannya salah satu evakuasi maritim terbesar dalam sejarah manusia yang jauh melampaui skala Evakuasi Dunkerque pada tahun 1940.
Meskipun sukses secara logistik, operasi ini mencatatkan bencana maritim paling mematikan dalam sejarah akibat tenggelamnya kapal-kapal pengungsi oleh serangan kapal selam Soviet. Korban jiwa terbesar terjadi ketika kapal angkut Wilhelm Gustloff dihantam oleh tiga torpedo dari Kapal selam Soviet S-13 di Laut Baltik pada malam tanggal 30 Januari 1945. Kapal tersebut tenggelam dalam waktu kurang dari 45 menit, dengan perkiraan jumlah korban tewas bervariasi mulai dari 5.348,[4][5] hingga 7.000[6][3] atau 9.400 jiwa.[7] Sebanyak 949 penyintas[8] berhasil diselamatkan oleh kapal-kapal Kriegsmarine yang dipimpin oleh kapal penjelajah Admiral Hipper,[6] meskipun terdapat klaim bahwa "kapal perang besar tersebut tidak dapat mengambil risiko untuk berhenti dengan adanya kapal selam di dekatnya".[9] Selain itu, pada 10 Februari, SS General von Steuben juga diserang saat meninggalkan Pillau dengan membawa 2.680 pengungsi; kapal ini dihantam torpedo sesaat setelah keberangkatan dan menewaskan hampir seluruh penumpang di dalamnya.[10]
Latar belakang
Perencanaan untuk Operasi Hannibal dimulai pada akhir tahun 1944, meskipun dilakukan secara diam-diam karena Hitler menentang langkah-langkah penyelamatan seperti itu. Koordinasi evakuasi dipercayakan kepada Vizeadmiral Conrad Engelhardt. Pada akhir tahun 1944, Engelhardt telah mengumpulkan armada yang terdiri dari 22 bekas kapal penumpang samudra, yang masing-masing berbobot lebih dari 10.000 ton. Tanggung jawab keseluruhan atas operasi ini jatuh kepada Laksamana Oskar Kummetz. Pada awal tahun 1945, Jerman memiliki dua Divisi Pengawal di area tersebut, yaitu ke-9 dan ke-10 (Sicherungs-Division).[11] Divisi Pengawal ke-9 sebagian besar terdiri dari kapal penyapu ranjau bersenjata ringan.
Serangan Prusia Timur oleh Front Belarusia ke-3 Tentara Merah di bawah pimpinan Jenderal Ivan Chernyakhovsky dimulai pada 13 Januari 1945 bersama dengan Front Belorussia ke-2 pimpinan Marsekal Konstantin Rokossovsky, hal ini berimplikasi pada putusnya akses Prusia Timur antara 23 Januari dan 10 Februari 1945. Laksamana Besar Jerman Karl Dönitz memerintahkan Laksamana Kummetz, selaku Panglima Tinggi Angkatan Laut Baltik, dan Laksamana Muda Engelhardt, kepala departemen pelayaran Kriegsmarine, untuk merencanakan dan melaksanakan Rettungsaktion (operasi evakuasi).[12] Dönitz mengirimkan pesan radio ke Gotenhafen di Polandia yang diduduki pada 23 Januari 1945, untuk memulai evakuasi ke pelabuhan-pelabuhan di luar area operasi Uni Soviet. Operasi ini diberi nama sandi "Hannibal".[13]
Pada 19 Februari, Wehrmacht berhasil membuka koridor dari Königsberg ke Pillau, yang memungkinkan ribuan pengungsi melarikan diri dan menunggu kapal di Pillau, yang pada akhirnya akan mengangkut mereka ke sebelah barat Koridor Polandia. Para pengungsi juga datang dari Cranz, Heiligenbeil, Elbing, dan Preußisches Holland. Per 8 April, sebanyak 450.000 pengungsi berada di Pillau.[14]
Banjir personel militer dan warga sipil Jerman pada akhirnya mengubah operasi ini menjadi salah satu evakuasi melalui laut terbesar dalam sejarah, bahkan lebih besar daripada evakuasi Inggris di Dunkerque lima tahun sebelumnya yang jauh lebih dikenal luas. Selama kurun waktu lima belas minggu, antara 494 hingga 1.080 kapal dagang dari berbagai jenis, termasuk kapal penangkap ikan dan kapal kecil lainnya,[15] dan dengan memanfaatkan unit-unit militer maritim terbesar Jerman yang tersisa, mengangkut antara 800.000 hingga 900.000 warga sipil Jerman serta 350.000 tentara[16] menyeberangi Laut Baltik menuju Jerman dan Denmark yang diduduki Jerman.
Operasi
Permulaan



Operasi Hannibal dimulai pada 23 Januari 1945.[17] Pada awalnya, hanya tersedia 14 kapal samudra bersama dengan dua puluh tiga kapal barang berbobot lebih dari 5.000 ton dan banyak kapal kecil lainnya. Pada 30 Januari, Wilhelm Gustloff, Hansa, dan kapal pabrik pengolahan paus Walter Rau meninggalkan pelabuhan di Gotenhafen di Polandia yang diduduki, menuju Kiel. Hansa terpaksa kembali ke pelabuhan karena masalah mekanis, tetapi Gustloff, yang kelebihan muatan dengan lebih dari 10.000 warga sipil dan personel militer di dalamnya, tetap melanjutkan perjalanan. Kapal tersebut ditorpedo dan ditenggelamkan oleh kapal selam Soviet S-13 di lepas pantai Pomerania, dengan kemungkinan korban tewas mencapai 9.500 jiwa, menjadikannya kehilangan nyawa terbesar dalam tragedi tenggelamnya satu kapal sepanjang sejarah. Penumpang di atas Walter Rau pada akhirnya berhasil mencapai Eckernförde.
Pada 9 Februari, SS General von Steuben berlayar dari Pillau dengan membawa antara 3.000 hingga 4.000 penumpang yang sebagian besar merupakan personel militer, menuju Swinemünde. Kapal ini juga ditenggelamkan oleh S-13 tepat setelah tengah malam, dengan menyisakan 650 penyintas.
Pada awal Maret, sebuah gugus tugas yang terdiri dari kapal penjelajah Jerman Admiral Scheer dengan dikawal oleh tiga kapal perusak Jerman dan kapal torpedo kelas Elbing T36 memberikan perlindungan bagi pangkal jembatan (bridgehead) Jerman di dekat Wollin. Selama operasi tersebut, kapal-kapal kecil angkatan laut mengevakuasi lebih dari 75.000 tentara dan warga sipil yang terisolasi di area tersebut. Mereka dibawa ke kapal perang yang lebih besar dan kapal angkut lain yang berlabuh di lepas pantai. Meskipun sejumlah kapal angkut ini tenggelam, kapal-kapal samudra besar seperti SS Deutschland berhasil lolos dan masing-masing mengangkut hingga 11.000 tentara serta warga sipil.
Selama malam tanggal 4–5 April, sebuah flotila perahu kecil dan kapal pendarat mengevakuasi lebih dari 30.000 tentara dan warga sipil dari Oxhöfter Kämpe dan membawa mereka ke Hela. Diperkirakan hampir 265.000 orang dievakuasi dari Danzig (sekarang Gdańsk) ke Hela selama bulan April saja.[18]
Pada 15 April, konvoi besar lainnya yang terdiri dari empat kapal samudra dan kapal angkut lainnya meninggalkan Hela dengan membawa lebih dari 20.000 tentara dan warga sipil. Pada 16 April, Goya ditorpedo dan ditenggelamkan oleh L-3, dengan menewaskan lebih dari 6.000 jiwa; hanya 183 orang yang selamat.

Awalnya, setelah menjadi Presiden Reich pada 1 Mei, Dönitz bertekad untuk melanjutkan perang, bahkan sampai menginstruksikan Generaloberst Carl Hilpert bahwa pasukan tempur harus diprioritaskan dalam evakuasi ke Jerman dari Kantong Courland. Baru pada sore hari tanggal 6 Mei, ketika pasukan Inggris praktis sudah berada di depan mereka, ia membatalkan rencana tersebut.[19]
Dari tanggal 1 hingga 8 Mei, lebih dari 150.000 orang dievakuasi dari pantai-pantai Hela. Pada pukul 21.00 tanggal 8 Mei 1945, hari terakhir perang, sebuah konvoi yang terdiri dari 92 kapal besar dan kecil meninggalkan kota Liepāja di Latvia (Libau) dengan membawa 18.000 tentara dan warga sipil.[20] Meskipun beberapa ratus orang yang telah menaiki kapal-kapal kecil pada hari terakhir perang atau setelahnya ditangkap oleh kapal torpedo motor (MTB) Soviet, evakuasi ke arah barat terus berlanjut selama setidaknya satu minggu setelah semua pergerakan itu dilarang berdasarkan ketentuan pada penyerahan diri Jerman.
Kekurangan pasokan
Runtuhnya industri Jerman pada tahun-tahun terakhir perang menyebabkan kelangkaan makanan dan obat-obatan; proses evakuasi tidak dapat disuplai dengan semestinya sehingga pihak berwenang menjatah apa yang mereka miliki. Personel militer diberi prioritas, sementara lansia, anak-anak, dan orang sakit diberi makan paling terakhir. Akibatnya, terjadi tingkat kematian yang tinggi di antara para pengungsi berusia tua dan muda.[17] Kekurangan pasokan lainnya mencakup persediaan batu bara yang hanya cukup untuk tiga minggu bagi transportasi laut dan hanya sepuluh hari bagi transportasi kereta api untuk memindahkan pasukan ke front, dengan tingkat bahan bakar berada pada titik terendah sejak perang dimulai.[17]
Kerugian
Selain Goya, Wilhelm Gustloff, dan General von Steuben, 158 kapal dagang lainnya hilang selama 15 minggu Operasi Hannibal (23 Januari – 8 Mei 1945).[21]
Referensi
- ^ Kossert 2008, hlm. 160.
- ^ jumlah 494 kapal dagang (Williams 1997, hlm. 225); jumlah 790 kapal dari semua jenis (Brustat-Naval 1985, hlm. 240); jumlah 1.080 kapal dagang (Koburger 1989, hlm. 92).
- ^ a b Hastings 2004, hlm. 331.
- ^ Irwin J. Kappes[perlu rujukan lengkap] menyatakan 5.348. Dia tidak mengutip sumbernya tetapi merekomendasikan: A. V. Sellwood, The Damned Don't Drown: The Sinking of the Wilhelm Gustloff (sebuah judul fiksi tentang tragedi tersebut); dan Alfred-Maurice de Zayas, A Terrible Revenge: The Ethnic Cleansing of the East European Germans 1944–1950.
- ^ Jason Pipes[perlu rujukan lengkap], mengutip Heinz Schon (tanpa nomor halaman) mengklaim jumlah korban jiwa sebanyak 9.343
- ^ a b Beevor & (Ro), hlm. 101.
- ^ "Wilhelm Gustloff: World's Deadliest Sea Disasters". Unsolved History, The Discovery Channel. Musim 1, Episode 14. (Tanggal tayang perdana: 26 Maret 2003)
- ^ Hastings 2004, hlm. 341.
- ^ Hastings 2004, hlm. 330.
- ^ Beevor & (Ro), hlm. 147.
- ^ Eggleston & Rogers 2018, hlm. 154-159.
- ^ Koburger, Charles W., Steel Ships, Iron Crosses, and Refugees, Praeger Publishers, NY, 1989, p. 71.
- ^ Svenja O'Donnell (28 April 2020). A German Woman's Story of Family, Secrets, and Survival Under Hitler. Penguin Publishing. hlm. 159. ISBN 9781984880222.
- ^ Denny & Showalter 2017, hlm. 195.
- ^ Williams, David, Wartime Disasters at Sea, Patrick Stephens Limited, Nr Yeovil, UK, 1997, p. 225 (jumlah 494 kapal dagang); Brustat-Naval, Fritz, Unternehmen Rettung, Koehlers Verlagsgeschellshaft, Herford, Germany, 1985, p. 240 (jumlah 790 kapal dari semua jenis); Koburger, Charles W., Steel Ships, Iron Crosses, and Refugees, Praeger Publishers, NY, 1989, p. 92 (jumlah 1.080 kapal dagang)., Denny & Showalter The Fall of Hitler's Fortress City: The Battle for Königsberg p.197 (672 kapal dagang)
- ^ Andreas Kossert, Damals in Ostpreußen, München, 2008, p. 160 ISBN 978-3-421-04366-5
- ^ a b c Prince, Cathryn J. (2014). Death in the Baltic: The World War II Sinking of the Wilhelm Gustloff. St.Martin's Griffin. ISBN 978-1137279194.
- ^ "Operation Hannibal, January – May 1945". Compunews.com. Diakses tanggal 2014-01-23.
- ^ Grier, Howard D., Hitler/Donitz and the Baltic Sea, Naval Institute Press, Annapolis, MD, 2007, p. 201.
- ^ Bekker, Cajus, Defeat at Sea, Henry Holt and Co., 1955, p.198.
- ^ Koburger, hlm. 107
Pranal luar
- Eggleston, M.A.; Rogers, F.O.C. (2018). Operation Hannibal: The World War II Evacuation of East Prussia and the Disaster at Sea. CreateSpace Independent Publishing Platform. hlm. 154–159. ISBN 978-1-7207-7143-2.
- Denny, I.; Showalter, D.E. (2017). The Fall of Hitler's Fortress City: The Battle for Konigsberg, 1945. Skyhorse. hlm. 195. ISBN 978-1-5107-1240-9. Diakses tanggal 2023-07-20.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.